DOKTER SPESIALIS VS ADVOKAT: Peradi Bandung Desak Polisi Seret dr. JSS ke Sel Tahanan!

banner 468x60

BANDUNG, JIRNAL TIPIKOR – Kasus dugaan penganiayaan brutal yang melibatkan oknum dokter spesialis radiologi, dr. JSS, terhadap advokat Sandy Prananta, kini berada di titik didih.

Jajaran pengurus DPC Peradi Bandung dan dihadiri pula Dr. Ondang Surjana penasehat media jurnal Tipikor mendatangi Mapolsek Sukajadi pada Senin (12/1/2026) untuk menuntut transparansi penuh dan mendesak kepolisian segera menahan terlapor.

banner 336x280

Proses Hukum Dinilai Lamban, Visum Jadi Sorotan

Meski mengapresiasi kenaikan status perkara ke tingkat penyidikan (sidik) sejak 30 Desember lalu, tim kuasa hukum korban melontarkan kritik pedas terkait birokrasi hasil medis.
DR. Marnaek Hasudungan Siagian, S.H., M.H., CLI., menyatakan keheranannya atas keterlambatan hasil Visum et Repertum yang baru keluar hari ini, padahal pemeriksaan dilakukan sesaat setelah kejadian pada 16 Desember 2025.

“Keterlambatan ini menjadi pertanyaan besar bagi kami. Kecepatan penyidik sangat krusial agar pelaku tidak memiliki celah untuk melarikan diri,” tegas Marnaek di hadapan awak media.

“Tidak Ada Profesi yang Kebal Hukum!”
Ketua DPC Peradi Bandung, Mohamad Ali Nurdin, S.H., M.H., M.Kn., melalui perwakilannya, menegaskan bahwa status profesi kedokteran tidak boleh menjadi tameng untuk mendapatkan perlakuan istimewa di mata hukum.

  • Tuntutan Penahanan: Peradi mendesak penyidik melakukan penahanan objektif dan subjektif saat pemanggilan dr. JSS pada Rabu mendatang.
  • Bukti Brutalitas: Luka 16 jahitan di bagian vital korban akibat hantaman benda tumpul menjadi bukti bahwa aksi ini bukan penganiayaan ringan.
  • Dugaan Perencanaan: Pelaku diduga telah menyiapkan stik besi di dalam mobilnya saat kejadian di Kumala Garden, mengindikasikan adanya unsur kesengajaan.

Baca juga Persib Bandung Bungkam Persija Jakarta 1-0: Maung Bandung Kunci Gelar Juara Paruh Musim Super League 2025/2026

Ancaman Pencabutan Izin Praktik

Tak hanya jalur pidana Pasal 351 KUHP, tim hukum juga membidik posisi dr. JSS dari sisi profesionalisme medis. Marnaek mengungkapkan pihaknya tengah bersurat kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk menuntut pemeriksaan etik.

“Sangat berbahaya jika seorang dokter spesialis tidak mampu menguasai emosi. Kami meminta agar praktik yang bersangkutan dihentikan sementara sampai perkara ini berkekuatan hukum tetap,” tambah Marnaek.

 

Respons Kepolisian dan Pihak RS

Kapolsek Sukajadi, Kompol Edy Kusmawan, S.H., M.H., memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur (due process of law). Pihak kepolisian menjadwalkan pemeriksaan dr. JSS pada Rabu pekan ini.

Di sisi lain, RS Melinda 3, tempat dr. JSS bertugas, mulai mencuci tangan. Manajemen menyatakan bahwa insiden tersebut sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi terlapor karena terjadi di luar jam dinas dan di luar lingkungan rumah sakit.

(Red)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 comments

  1. bahis piyasasına girmiş ve sektörün önde gelen platformlarından biri haline gelmiştir. Curacao lisansı ile güvenilir hizmetler sunan bu site, gerçek zamanlı spor bahisleri ve anlık bahisleri ile dikkat çekiyor.

  2. **femipro**

    femipro is a dietary supplement developed as a natural remedy for women facing bladder control issues and seeking to improve their urinary health.

  3. **prodentim**

    prodentim is a distinctive oral-care formula that pairs targeted probiotics with plant-based ingredients to encourage strong teeth, comfortable gums, and reliably fresh breath.

  4. QQ88 là nền tảng cá cược trực tuyến uy tín, cung cấp casino, nổ hũ, bắn cá và thể thao với trải nghiệm ổn định, bảo mật cao.